Ikan Terkecil Di Dunia Ada Di Indonesia




Paedocypris progenetica adalah sejenis ikan dari genus Paedocypris yang dilaporkan sebagai ikan terkecil di dunia. Spesies ini termasuk juga sebagai organisme bertulang belakang terkecil di dunia, hingga Januari 2012 ketika ditemukannya organisme yang lebih pendek, sejenis katak yang dinamai Paedophryne amauensis. Ikan jenis ini hidup di daerah rawa-rawa tanah gambut di pulau Sumatra dan Bintan, Indonesia. Pada usia dewasa, Paedocypris progenetica memiliki panjang 7,9 mm. Mereka hidup dengan mengunyah plankton di dekat dasar rawa, dan karena ukurannya yang kecil, dapat tetap bertahan hidup ketika daerah tempat tinggalnya dilanda kekeringan dengan berlindung di genangan air terdangkal di rawa-rawa. Otak Paedocypris progenetica tidak dilindungi oleh tengkorak kepala, dan betinanya hanya mampu menghasilkan beberapa butir telur.

Kehidupan Paedocypris progenetica saat ini terancam akibat dirusaknya habitat mereka oleh tindakan manusia.

Paedocypris dapat menopang tubuhnya yang kecil dengan memakan plankton di dekat dasar kolam airnya.
Untuk tetap mempertahankan ukuran, ikan ini meninggalkan banyak atribut kedewasaan – karakteristik yang ditunjukkan namanya.
Otak misalnya, tidak memiliki pelindung bertulang dan betinanya memiliki ruang untuk hanya membawa sedikit telur saja.
Jantan memiliki clasp kecil dibawah tubuhnya untuk membantu mereka membuahi telur secara individual.
Walau begitu kecil, ikan ini dapat hidup dalam kekeringan yang ekstrim, dengan mencari perlindungan di genangan terakhir di rawa; namun mereka sekarang terancam oleh manusia.
Perusakan hutan yang luas, pengeringan rawa gambut untuk penanaman kelapa sawit dan kebakaran hutan merusak habitat mereka.
Sains menemukan Paedocypris tepat waktu – namun banyak kerabat mini mereka mungkin telah punah.
Ada klaim keberadaan ikan lain yang lebih kecil lagi namun beberapa peneliti berdebat apakah spesimen yang diukur memang benar berada dalam bentuk dewasa.

No comments:

Post a Comment

Pages